Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
15 Aug 2011 08:40:35 am
LOMBA ESTETIKA KERIS - JOGYAKARTA

"Ngayang batin... Ngayogyakarta."

I-E-O adalah sebuah konsep senirupa yang lekat dengan sebuah proses penciptaan karya seni menuju kelengkapan sebagai karya yang dianggap “berbobot”.

I-E-O pada keris bisa diartikan sebagai pemenuhan ekspresi dari (I) =Intelektual, (E) = Estetika dan (O) =Orisinalitas ide, pengecualian pada sebuah karya keris dan kemasannya (O) = Originaslitas Ide sering tak berlaku. Karena keris secara tradisi tidak memiliki tantangan untuk dibuat sesuai kreatifitas dan ’orisinalitas ide’, melainkan mengikuti dogmatisme yang ada pada periode masa lalu. Istilah "mutrani" terus berlaku baik untuk bilahnya maupun warangkanya.


Ladrang Kadipaten Sepuh untuk keris Kanjeng Kyai dari Surakarta Hadiningrat

Intelektual menyangkut latar belakang kultural, komunikasi, kritikal maupun penalaran, yang selanjutnya dikemas sebagai estetika perkerisan, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Intelektual menyangkut latar Kultural... Keris selain dipahami sebagai sebuah karya budaya tampaknya tak lepas dari pakem-pakem yang mengikat, dan hal ini telah turun-temurun dipahami sebagai estetika keris normal (tidak cacat). Mungkin lebih tepat disebut dengan Penilaian Klasik yang selalu menjeratnya.

Penilaian Klasik ini merupakan penilaian yang dianggap sempurna. Dari setiap wilayahnya, tangguh selalu ada patokan-patokan yang merupakan idiom-idiom tanpa bahasa ilmiah dalam pergaulan keris (komunitas pecinta dan perdagangan). Mungkin pedoman klasik bisa disederhanakan, tetapi memang tak semudah itu dibahasakan.

Jika orang kuno menganggap ’estetika’ adalah keselarasan (laras), kepantasan (wangun), keelokan (ayu), serta pengungkapan (ekspresi) mungkin dalam estetika keris justru dijunjung nilai yang mengacu lebih pada ”kebiasaan yang mengikat” sesuai nilai kultural yang ada, sifat feodalistik yang diterima dengan terbuka luas, bahkan menjadi kebanggaan... bahwa beginilah nilai klasik keris berkelas "kagungan dalem".

Jogyakarta dengan Mertikarta-nya (paguyuban di Jogyakarta), mengangkat nilai klasik yang dicoba diterapkan dalam LOMBA ESTETIKA KERIS pada tanggal 21-25 September 2011 di Jogya Galery – Jl. Pekapalan No. 7 (Alun-alun Utara), Jogyakarta.

Ini sebuah ide dan terobosan yang memiliki kecenderungan mengangkat penilaian klasik keris.... Kata ESTETIKA dalam tajuk kegiatan tanggal tersebut di Jogya Galeri adalah implikasi dari sebuah kaidah yang berlaku sesuai kewilayahan tangguh keris. Keserasian ’bleger’ keris yang dalam hal ini disebut sebagai harmonisasi keseluruhan dari keris (wilah dan warangka) memiliki ikatan dengan nilai tradisionalnya. Dipastikan bakal lahir trend baru yang dapat tersirat pada hasil LOMBA ini... karena jika kita kembali atau ’ingin mengembalikan’ kepada nilai klasik dan kultural pada keris sesuai masa lalu... tampaknya kriteria apapun tidak bakal memadai... kecuali Juri mendapat ’kepercayaan subyektif’ dalam artian ia dianggap ’mampu’ dan ’tahu’.

LOMBA ESTETIKA KERIS merupakan keberanian menyusun sebuah IKRAR...baru. Yaitu ikrar menilai sebilah keris (secara keseluruhan) yang dianggap bagus... yang mau tak mau harus kesitu... dan tentu akan mempengaruhi trend ke depan, baik dalam pergaulan komunitasnya maupun pada arena perdagangannya. Karena ketika kita berbicara 'pakem' maka yang tersirat pula adalah apa yang tidak pakem... itu sebuah causalita. Maka dari itu Lomba ini sudah memberi tantangan pada penggemar pekeris untuk merenungkan dan menanti yang bagaimana si pemenangnya.... Nah... dengan demikian komunitas keris sangat beruntung dengan adanya kegiatan ini.
AYO IKUTAN...

BRAVO MERTIKARTA!


Keindahan keris Jawa Barat - Cirebon


Keindahan keris Bugis Melayu
Category : Album | Posted By : administrator
Apr 2013 May 2013 Jun 2013
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Categories
Album[37]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[12]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
Kris an Interpretation
MERIAHNYA HARI ULANG TAHUN SNKI VII
UNDANGAN HUT SEKRETARIAT NASIONAL KERIS INDONESIA
‘RUU Santet’ dan RUU Konyol
KANJENG KYAHI PAKSINEBAR
MENGGELORAKAN KERIS DENGAN CARA LAIN
KANJENG KYAI SABDO PALON MENUNGGU JAMAN
KERIS JAMAN PAKU BUWANA
PERLU LOKAKARYA
MENANGGUH KERIS NOMNOMAN PB
Setelah PENOKOHAN, kini HARI KERIS dan MONUMEN KERIS
SECARIK CATATAN BPH SUMODININGRAT
TAFSIR KERIS -dibedah buku....
WAYANG ........SUMMIT.
FESTIVAL KERIS KAMARDIKAN
Archives
January 2013[3]
July 2011[1]
April 2011[7]
August 2010[6]
June 2010[9]
May 2010[10]
March 2010[10]
February 2010[8]
December 2009[3]
November 2009[11]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[80]
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter