Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
13 Nov 2011 07:44:33 am
KERIS BUGIS MELAYU – DIBUKUKAN...

Buku baru tentang senjata tradisional Bugis.

Tak mudah menyusun sebuah buku tentang keris Sulawesi, kita harus mengakui bahwa notasi kuno pun dipastikan tak memadai, sementara nara sumber tutur sering mengalami pergeseran. Dalam pengetahuan keris kita masuk pada tafsir-tafsir…. Lalu sebagiannya berkait pada artefak keris itu sendiri dan manuscript yang ditemukan.

Diskusi Senjata Pusaka Bugis, 12 Nopember 2011, cukup menggairahkan dengan pemaparan yang sangat komprehensif dari prof. Ahmad Ubbe yang lalu diramaikan oleh hipotesa atau pendapat-pendapat dari Dr. Ramli Raman dari Malay University, yang membawa banyak kabar tentang penelitiannya. Keduanya memiliki banyak detail-detail yang berbeda, tetapi satu kesamaan bahwa keduanya sepakat apa yang disebut Bugis terkait perkerisan bukan asal-usul “keris” tetapi “bugis influence” atau pengaruh Bugis memang ada dimana-mana. Nomenklasi pada keris Bugis – Melayu memang sangat kaya sehingga tampaknya perlu dikuatkan dengan pembakuan istilah bersama para komunitasnya dari sisi pandang yang berbeda-beda.

Dalam buku ”Pesona Hulu Keris”, saya (penulis) pernah ungkapkan dengan hati-hati : ”Although there is not a lot of information about the Malay Peninsula kris, the kris lover communities that have emerge in Malaysia and Singapore are now trying to discover past kris, There for, there are many terminologies for kris hilt that are due to the friendship and influence of the etnic language on the Malay Peninsula. An example is Anak Ayam Sejuk kris hilt for Jawa Demam……./ Tidak banyak catatan tentang keris Semenanjung Malaya, tetapi sekarang mulai diangkat dengan baik oleh komunitas penggemar keris yang berkembang di Malaysia dan Singapura. Oleh sebab itu sangat banyak istilah-istilah hulu keris yang ada lahir karena pergaulan dan pengaruh bahasa etnik Semenanjung Malaya, seperti sebutan hulu keris Anak Ayam Sejuk, untuk menyebut Jawa Demam......”. (132; The Beauty of Krist Hilt).


Diskusi Andi M. Irfan, Ahmad Ubbe dan Ramli Raman (Malaysia)

Tinjauan etnografis tampaknya harus menyertai penelitian dan kemudian dikemukakan dalam berbagai hal, bahwa orang Bugis adalah insan bahari dan telah berasimilasi dengan suku-suku lain di Semenanjung bahkan ke Sumbawa. Disinilah akulturasi terjadi, sehingga mewarnai pada kerisnya, pada sarung (sampirnya) dan busana adatnya.

Jika analisa persebaran keris Jawa punya ”Ekspedisi Pamalayu”, Negara Kertagama... titik tolak buku keris bugis tampaknya masih ada kerancuan terutama pada tafsir-tafsir, apalagi jika persebaran pengaruh Bugis berpijak pada sastra atau roman sejarah I La Galigo... Namun semua kebutaan terhadap Senjata Pusaka Bugis sudah dibuka jendelanya oleh sebuah buku yang sarat dengan bahasa lokalnya, untuk dilanjutkan oleh hasil penelitian para peminat penelitian keris Bugis lainnya.

Ilmu sosial budaya bukanlah ilmu eksakta, mereka akan mengikuti temuan baru, analisa baru atau bukti ilmiah yang baru dikemudian hari nanti, dan kita pahami bersama sebagai sesuatu yang akan terus menuju kesempurnaannya.

Bravo Bugis - Melayu.
(TJ)

Category : Kajian | Posted By : administrator
Apr 2013 May 2013 Jun 2013
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Categories
Album[37]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[12]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
Kris an Interpretation
MERIAHNYA HARI ULANG TAHUN SNKI VII
UNDANGAN HUT SEKRETARIAT NASIONAL KERIS INDONESIA
‘RUU Santet’ dan RUU Konyol
KANJENG KYAHI PAKSINEBAR
MENGGELORAKAN KERIS DENGAN CARA LAIN
KANJENG KYAI SABDO PALON MENUNGGU JAMAN
KERIS JAMAN PAKU BUWANA
PERLU LOKAKARYA
MENANGGUH KERIS NOMNOMAN PB
Setelah PENOKOHAN, kini HARI KERIS dan MONUMEN KERIS
SECARIK CATATAN BPH SUMODININGRAT
TAFSIR KERIS -dibedah buku....
WAYANG ........SUMMIT.
FESTIVAL KERIS KAMARDIKAN
Archives
January 2013[3]
July 2011[1]
April 2011[7]
August 2010[6]
June 2010[9]
May 2010[10]
March 2010[10]
February 2010[8]
December 2009[3]
November 2009[11]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[80]
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter