Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.

Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.

Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.

Salam Budaya,
Toni Junus
[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W

BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI

JavaKeris.com terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa, atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
11 Mar 2013   08:23:08 am
KANJENG KYAI SABDO PALON MENUNGGU JAMAN

Kanjeng Kyahi Sabdo Palon. Dipamerkan di Museum Nasional 24 - 30 Oktober dalam pameran akbar Kebangkitan Kembali Kejaaan Keris Indonesia - Anugerah Hadiwidjojo 2012 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

SABDO PALON adalah makhluk kultus yang menghilang saat sirnanya Majapahit.
Ia bersabda :
500 tahun nanti Jawa akan kembali Jawanya.

Lalu kapan Majapahit Sirna?
Menilik sengkalan yang dituliskan pada Babad Tanah Jawi : Sirna ilang Kertaning Bhumi yang jika diterjemahkan merupakan kronogram berangka 1400, Sirna = 0; ilang = 0: Kertaning = 4 dan Bhumi = 1. Hal ini merupakan sebuah pendapat yang kemudian dipercaya oleh kalayak umum. Artinya seolah Majapahit itu runtuh pada abad 14.

Namun, ada pendapat bahwa pesimistik dari pujangga Majapahit yang telah menjadi oposisi raja waktu itu, yaitu mpu Prapanca, diduga menulis kronogram itu bukan ingin menggambarkan surutnya keadaan Majapahit secara pemerintahan tetapi keadaan surutnya Majapahit dengan adanya bencana yang sangat fatal. (Brandes, 1896: Pararaton; 920 edit ulang N.J. Krom).

Manuskrip yang menuliskan adanya bencana Banyu Pindah bisa ditangkap sebagai penggambaran situasi banjir besar telah menghempas pelabuhan Canggu, terjadi pada tahun 1256 Saka atau 1334 M. Kemudian ada cacatan yang menggambarkan bahwa pada tahun 1296 Saka atau 1374 M terjadi bencana alam lumpur bervolume besar yang menyembur menimbun sebagian kerajaan, dalam catatannya ditulis sebagai munculnya Pagunung Anyar yang secara harafiah bisa diterjemahkan sebagai gunung baru atau gunung timbunan lumpur.

Tomy Pires dalam buku Suma Oriental mencatat bahwa kerajaan Majapahit masih tegar hingga 1519 Masehi. Kala itu masih terctata ada raja yang dikenal bernama Girindrawardhana Dyah Ranawidjaja yang sebelumnya dikenal bernama Bre Kertabhumi (1474 – 1519 M). Diduga raja inilah yang kemudian bergelar Brawidjaja terakhir, bersama Sabdo Palon dan Noyo Genggong (abdi dalemnya) meninggalkan kerajaan dan kemudian Brawidjaja moksa di puncak Gunung Lawu. Oleh sebab itu sekarang ini pada petilasan moksanya Brawidjaja di puncak Gunung Lawu itu dihayati sebagai entitas kekuatan yang didalam budaya spiritual dipercaya sebagai tempat turunnya wahyu pemimpin negara.

Toni Junus Kanjeng ngGung, sebagai seorang yang berkecimpung dalam dunia perkerisan menangkap signal yang kuat tentang akan adanya perubahan keadaan dalam pemerintahan NKRI. Dalam perenungannya, Toni Junus menganggap bahwa sabda dari Sabdo Palon yang mengatakan dalam kurun waktu 500 tahun Jawa bali Jawane, Jawa dalam konotasi kejayaan Nusantara, maka diperhitungkan dari tahun 1519 (bukan 1400) ditambah 500 tahun jatuh pada tahun 2019. Pada tahun 2019 itulah awal terjadinya sebuah peradaban yang kembali kepada ke-nusantaraan, menjulangkan Indonesia (NKRI) menjadi mercusuar dunia baik secara spiritual maupun kemakmuran ekonominya. Setidaknya adanya sistem peradaban baru dan evolusi kebudayaan yang akan berlangsung. Proses ini dilalui perlahan dari tahun demi tahun setelah 2012, menuju keadaan Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tenteram Kerta Raharja. Kembalinya Nusantara kepada peradaban lokal dan kemakmuran yang membawa negara tenteram dan sejahtera. Kesadaran para pemimpin negeri yang mengutamakan kenegarawanannya, kembalinya percaya diri masyarakat untuk kembali membanggakan kearifan lokal dan kepercayaan leluhur.

Terutama kembalinya kesadaran bangsa Indonesia untuk mengikat perilakunya pada Jati Diri Berbangsa yang telah 500 tahun terjajah pengaruh asing, politik, budaya dan cara berkeTuhanan yang porak poranda, terkotak-kotak lepas dari esensinya.

Menapaki perjalanan menuju 2019, hal-hal yang berkaitan dengan keluhuran dan budi pekerti dari kearifan lokal peninggalan leluhur bangsa Indonesia, akan menjadi suatu semangat bersama menuju kepada essensi humanisme Nusantara. Cara sanggup untuk meraih kemakmuran Indonesia. Maka dari itu Toni Junus menciptakan sebilah keris yang bertemakan situasi negara ini (2011 – 2019), sebagai tanda monumental Jawa kembali Jawanya, Jawa yang diartikan sebagai semangat Nusantara.

Keris ciptaan Toni Junus Kanjeng ngGung ini dibuatkan sebagai simbol optimisme akan masa depan bangsa ini dan keyakinannya bahwa sabda dari Sabdo Palon menjadi isyarat penting akan tampilnya seorang pemimpin besar pada nantinya.

Begitulah harapan Toni Junus Kanjeng ngGung....yang juga menyebut keris ini sebagai Kanjeng Kyai Makmur.


Dibuat dengan cara tradisional melalui ritual dan sepuh dilat, dhapur Kala Nadah, kinatah Kodok lan Pari.
Kanjeng Kyahi Sabdo Palon dikoleksi oleh Buntje Harbunangin.


-
Category : Mistik | By : administrator

12 Feb 2013   07:35:30 am
KERIS JAMAN PAKU BUWANA

Keris dengan penamaan dhapur Puthut Adipati Karno kinatah emas wadhana gangsal, karya Adipati Anom (kemudian menjadi raja PB V). Bergelar Kanjeng Kyahi Joko Minulyo, yang menggambarkan situasi yang dialami oleh dirinya sendiri pada saat mengalami kejayaannya. Notasi dan penelitian dari koleksi Dalem Hardjonegaran.



Perkerisan terus bergelora, menuju pada keinginan memahami keris secara scientific, spiritual dan bahkan pada ritual dalam proses pembuatannya. Ada diantara empu Kamardikan mulai napak-tilasi cara pembuatan tradisional dengan ritual, ada pula beberapa yang mulai meneliti pasir besi dalam penelitian untuk merekonstruksi keris karya jaman Majapahit, Mataram, besi-besi ‘hurap’ dlsb. Semakin banyak teman-teman perkerisan meneliti keris, tidak hanya sekedar menyukai atau hobbi saja.

Kawan saya seorang dokter terobsesi untuk meneliti kebiasaan empu PB dalam menuangkan gayanya masing-masing. Beberapa keris memang bisa dilacak dari tandatangan sang empu melalui bentuk greneng. Konon beberapa sesepuh meyakini bahwa bentuk greneng merupakan tanda-tangan dari sang empu. Ada pula beberapa keris atau tombak jaman PB ditemukan pahatan tipis nama sang empu semacam grafir pada peksinya, misalnya Japan (empu Japan). Sangat mungkin autographic sudah mulai dilakukan karena pada masa itu tentu autentisitas sebagai etika seni yang masuk dibawa oleh Belanda ikut mempengaruhinya. Ada pula teman yang memperhatikan gaya kinatahnya, sehingga keris PB itu dapat diprediksi siapa pembuatnya.


Kanjeng Kyahi Tumelung Tunggon - Karya empu Japan, pada peksinya nama Japan dipahatkan, nilai autentisitasnya menjadikan nilai tombak sangat tinggi bisa-bisa seharga mobil Avanza. Tombak ini koleksi Kartariadi Gandadinata.

Pada kenyataannya, keris PB memang muncul dengan perubahan gaya dari keris sebelumnya, begitu pula setiap empu dari yang satu dengan yang lain akan dapat dilihat pula gayanya. Harmoni pada keseluruhan bilahnya selalu tidak sama antara setiap karya empu. Sebagai contoh, jika kita amati karya empu Singowidjojo kebanyakan sangat mengutamakan tantingannya (berat-ringan). Karyanya dibuat ringan seperti keris Mataram. Sedangkan empu Djojosukadgo lebih kekar dan wibawa, beberapa keris produksi besalen Mangkubumen bilahnya lebar dan tebal dengan ciri bawang sebungkul, penampang gonjonya mirip tangguh Pajang. Keris-keris karya jaman PB V, tampak merupakan keris yang terus diikuti oleh empu-empu tersohor oleh sebab adanya advisory dari sang Raja.

Saya sudah meneliti beberapa notasi kuno berbahasa Jawa, namun jika diperbandingkan antara apa yang dituliskan dengan benda kerisnya tampaknya ada sesuatu yang lepas. Notasi kuno bisa untuk memperkuat sebuah pendapat, namun tidak selalu tepat untuk penelitian ilmiah.


Karya putran pada jaman PB IX - besalen Mangkubumen. Keris ini bergelar Kanjeng Kyahi Puthut Pandito Pengpengan sebagai penggambaran hebatnya Sinuhun Sugih dalam berkesenian. Koleksi alm. Sany Gondomono.


Detail dari keris buatan jaman yang berbeda dengan seniman yang berbeda.


Kesimpulan dalam kajian sementara menghayati keris PB adalah bahwa apa yang disebut gagrag atau pakem memang masih merupakan panduan, seperti condong leleh dan ketebalan gonjo. Condong leleh sempat diteliti oleh empu Sukamdi yang kemudian sekarang diperdalam pula oleh Ady Sulistyono. Penelitian itu pantas dibukukan, walau pun prinsip utama bahwa keris adalah sebuah karya seni yang bebas, namun panduan 'condong leleh' bisa menjadi suatu bagian dari kaidah seni itu sendiri. Para empu bebas memiliki kreatifitasnya masing-masing yang mewarnai karyanya. Pada karya jaman PB dengan ‘gandhik arca’ biasanya kaku, tidak seperti keris Singobarong dan keris Naga di jaman sebelumnya. Ada beberapa yang cukup spektakular menjadi karya masterpieces adalah design Nogo Sapto.... dan ini pun konon digarap oleh beberapa empu.

Meneliti keris jaman Paku Buwana masih memungkinkan dan banyak sarananya karena jarak tahun yang relatif masih muda, dibandingkan meneliti keris sepuh.

(foto diambil dari buku Tafsir Keris dan Pesona Hulu Keris)

Salam.
TJ.
Category : Kajian | By : administrator

07 Feb 2013   08:27:21 am
PERLU LOKAKARYA
Perkerisan kita semakin bergelora...
Banyak pegiat yang ikut andil.
Ini sangat menyenangkan dan positif.
Buku-buku bermunculan.
Pameran-pameran terus berlangsung di daerah-daerah.

Walau demikian ada beberapa langkah strategis yang mesti dilakukan.
Terutama membuat rentang kendali yang berkualitas, SNKI dengan paguyuban-paguyuban.
SNKI yang sekarang rupanya tidak memungkinkan lagi.
Bulan Maret diujung mata (HUT. SNKI) yang semestinya ada perencanaan Mukernas.
Kongres 20 April tahun lalu tampak tidak menghasilkan apa-apa.

Sementara itu, banyak hal-hal yang kita butuhkan untuk maju dengan kualitas.

Contoh soal:
Selain Revitalisasi SNKI, perlu adanya Lokakarya.
Sebagai gerak merintis Kerisologi.
Lokakarya - Pembakuan Istilah.
Lokakarya - Peningkatan Kualitas Pengrajin.
Banyak yang bisa dilakukan dalam Lokakarya.
Sangat Perlu....

Setidaknya dunia perkerisan akan meninggalkan kawruh pada anak cucu,
dengan sebuah pengetahuan yang teruji.
Tidak lagi ada pembohongan publik, ilmu karang, pendapat tanpa referensi.


Buku "THE POWER OF IRON".


Buku "TAFSIR KERIS".


Detail keterangan.

Banyak teman-teman yang serius melakukan penelitian.
Perlu didukung dan diberikan ruang untuk dapat mengeksplorasi.
Ini tugas SNKI.... Seyogyanya!

Salam Budaya,
TJ.
Category : Campursari | By : administrator

 
Prev 1 2 3 4 ...25 26 27 Next
Apr 2013 May 2013 Jun 2013
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Categories
Album[37]
Budaya[8]
Campursari[7]
Estetika Keris[5]
Filosofi[4]
Kajian[12]
Kerisologi[6]
Mistik[1]
Recent
Kris an Interpretation
MERIAHNYA HARI ULANG TAHUN SNKI VII
UNDANGAN HUT SEKRETARIAT NASIONAL KERIS INDONESIA
‘RUU Santet’ dan RUU Konyol
KANJENG KYAHI PAKSINEBAR
MENGGELORAKAN KERIS DENGAN CARA LAIN
KANJENG KYAI SABDO PALON MENUNGGU JAMAN
KERIS JAMAN PAKU BUWANA
PERLU LOKAKARYA
MENANGGUH KERIS NOMNOMAN PB
Setelah PENOKOHAN, kini HARI KERIS dan MONUMEN KERIS
SECARIK CATATAN BPH SUMODININGRAT
TAFSIR KERIS -dibedah buku....
WAYANG ........SUMMIT.
FESTIVAL KERIS KAMARDIKAN
Archives
January 2013[3]
July 2011[1]
April 2011[7]
August 2010[6]
June 2010[9]
May 2010[10]
March 2010[10]
February 2010[8]
December 2009[3]
November 2009[11]
October 2009[5]
September 2009[7]
User List
administrator[80]
Search
Syndication
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
 free web counter Counter Powered by  RedCounter