Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.
Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.
Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.
Salam Budaya,
[Admin JavaKeris.com] Advisory IT: Jimmy H.E.W
BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI
JavaKeris.com
terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk
melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin
berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa,
atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung
yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
03 May 2013 11:11:09 am
Kris an Interpretation
Based on the book: Kris an Interpretation
by Toni Junus.
Editor by Buntje Harbunangin.
Dr. Bambang Gunawan SpOG, membawakan pidato Team HKN.... Waktu yang hanya kurang dari 1 bulan belum dapat menentukan pilihan tanggalnya....
Ketua Panitia Erna Santoso menikmati tumpeng SNKI....
Tampak ceria "empat sekawan" yaitu Sekretaris SNKI Ir. Sarwi Notoatmodjo bersama Ir. Soegeng Prasetyo (bidang pembinaan Pengrajin) dan mbah Kadhim (Ketua Bidang Organisasi) serta tamu dari Manado.... di lokasi Besalen.
Bram Karempalua dan kawan-kawannya dari Luar Jawa...bersama sesepuh Haryono Haryoguritno... Ketua Team Thinktank SNKI.
Diskusi dibawakan oleh Ahmad Ubbe dan Fadli Zon, dengan moderator Ganjawulung Pakbo.... tema Keris Bugis dan Sumatera yang sangat menarik perhatian pengunjung dengan pertanyaan-pertanyaan dari floor yang sangat beragam..
Hari Sabtu tanggal 20 April 2013, Museum Pusaka Taman Mini "Indonesia Indah" dipadati penggemar keris yang me-Nusantara. Dari Jogya, Solo, Jawa Timur, Pemalang - Pekalongan, Riau, Manado, Kalimantan, Bone dan antusiasme tinggi dari luar Jawa yang jauh-jauh menyempatkan diri terbang ke Jakarta.
Penggemar keris tampaknya memang sudah me-Nusantara...
Perhelatan yang digelar sederhana, berubah menjadi hingar bingar padat hingga pengunjung memenuhi ruangan.
Pidato Museum Pusaka TMII yang dibawakan oleh Djoko Boediono, mengutarakan bahwa Museum adalah sumber pengetahuan bagi anak cucu kita, maka Museum Pusaka ini sengaja dibuka untuk diisi kegiatan-kegiatan sebagai kesinambungan edukasi tentang pusaka yang merupakan karya budaya bangsa Indonesia.
Ketua Umum Ir. H. Erman Soeparno, MBA, M.Si, menyampaikan bahwa SNKI harus untuk selamanya, karena peran SNKI akan sangat dibutuhkan oleh komunitas yang ingin secara formal melestarikan perkerisan melalui paguyuban-paguyuban. SNKI telah menyusun rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek yang dibuat oleh Thinktank yang terdiri dari tokoh perkerisan, budayawan, dan mereka yang memang mumpuni.
Wakil Ketua Team Hari Keris Nasional (HKN), Dr. Bambang Gunawan, dalam kesempatan pidatonya mengutarakan bahwa team telah bekerja keras, namun karena keterbatasan waktu yang diperlukan untuk kajian yang lebih dalam dan komprehensif, maka Team masih belum dapat menentukan "hari tanggalnya".
Peletakan Tetenger "BESALEN PUSAKA NUSANTARA" merupakan suatu tanda kesepakatan kerjasama Taman Mini "Indonesia Indah" dengan SNKI untuk membangun besalen (ruang kerja empu) sebagai ruang edukasi (demo pendidikan) kepada para pelajar tentang bagaimana cara pembuatan keris, dan akan dibuat pusat studi sebagai langkah program SNKI dalam bidang 'Penelitian dan Pengembangan' tentang teknik pembuatan keris.