|
 |
 |
Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.
Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.
Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.
Salam Budaya,

[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W
|
|
BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI
|
|
JavaKeris.com
terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk
melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin
berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa,
atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung
yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
|
|
|
|
| 12 Nov 2011 10:56:54 am |
Dibalik KERIS ada menteri Mari Elka Pangestu |
|
|
Setting Pameran yang apik digarap cuma dalam 10 hari
Mungkin kita tak menyadari hiruk-pikuk perkerisan yang merayap itu telah menggulung rupiah. Perputarannya pun dipastikan cukup mencengangkan.
Keris baik itu yang antik-sepuh maupun keris baru yang disebut Keris Kamardikan telah mengalami pergeseran nilai ekonomi yang dahsyat setelah diaduk-aduk oleh komunitas Panji Nusantara (begitu kata kong Haryono Haryoguritno).
Beliau sendiri adalah tokoh yang mengangkat keris ke UNESCO, yang merancang proposal dan memang beliaulah ahli yang punya komitmen tinggi yang hingga saat ini belum ada penggantinya.
Pada ”Pameran Keris Bugis dan Serumpun” yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu Mari Elka Pangestu menjelaskan dengan bahasa yang komunikatif bahwa keris adalah ekonomi kreatif. Baik itu perdagangan antiqnya maupun produksi baru, mereka akan saling menunjang antara empu keris, pembuat sarung keris, juga seni tatahan pada pendok keris. Mari Elka Pangestu memiliki cermatan yang cerdas tentang bagaimana segala yang dapat menjadi sebuah kesenangan, termasuk yang menyangkut kandungan nilai budaya tentu akan melahirkan nilai ekonomi, jika diangkat ke ranah publikasi. Keris harus dikemas secara kreatif. Ini yang rupanya akan mulai digarap dengan baik sambil ”demi pelestarian” keris.
Gerbang yang mengejutkan...
Peluncuran buku "Senjata Pusaka Bugis"
Bentara Budaya Jakarta telah mencatatkan kembali sebuah event yang dikemas apik oleh Komunitas Panji Nusantara (sebagai pelaksana), yang didalam acara itu ada moment penting peluncuran buku ”Senjata Pusaka Bugis”.
Dalam pameran ini kita tidak lagi dihadapkan pada sebuah pameran yang bertema politis, pesan-pesan rancu yang tidak komprehensif, tetapi pameran ini menampilkan sebuah pemandangan dari kemasan modern pada budaya kuno yang sangat selaras dengan apa yang harus dilakukan Pemerintah yaitu mengangkat ”kearifan lokal” serta membanggai ’keris’ sebagai ”ikon” yang hebat milik kita bangsa Indonesia.
Pada hari berikutnya yaitu Sabtu dan Minggu (11-12 Nopember 2011) diadakan seminar yang juga berbobot diantaranya bedah buku.
Sangat disayangkan jika para penggemar keris dan juga penggemar budaya pada umumnya tidak menghadirinya.
Salam Budaya.
(TJ). |
|
| |
Category : Album
| Posted By : administrator |
|
|
|
|
|
|
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
|
|
| |