|
 |
 |
Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.
Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.
Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.
Salam Budaya,

[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W
|
|
BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI
|
|
JavaKeris.com
terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk
melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin
berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa,
atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung
yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
|
|
|
|
| 23 Jun 2012 09:04:24 am |
ANUGERAH HADIWIDJOJO |
|
|
PAMERAN AKBAR dan SILATURAHMI PERKERISAN
MUSEUM GAJAH (MUSEUM NASIONAL)
24 - 31 Oktober 2012. (RALAT)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membagikan ANUGERAH HADIWIDJOJO (Festival Keris Kamardikan).
Dengan PIAGAM/Trophi (3 Besar)
Berhadiah
I : Rp. 30.000.000,-
II : Rp. 20.000.000,-
III : Rp. 10.000.000,-
dan 10 Favorit @ Rp. 2.000.000,- Piagam
KETERANGAN UPDATED - --
K E R I S M A R T / Bursa Nasional
KETERANGAN UPDATED - --
Panitia yang dapat dihubungi adalah :
Drs. Sukamto - 0813 9928 7774
SUSUNAN PANITIA
Penasehat :
Dra. Intan Mardiana N, M.Hum.
KPA. Wiwoho Basuki M.Sc.
Iwan V. Joesoef
Ir. H. Erman Soeparno, MBA, M.Si
Drs. Buntje Harbunangin, Psi.
Drs. Guntur Setyanto, M.Si.
Frans H. Djajaatmadja
Wahyu Indrasto
Widhya Bagya
Pande Wayan Sutedja Neka
Branko Windoe
Ferry Febrianto
Nyoman Gunarsa
A.A. Bagus Ngurah Agung SH.MM.
Bambang Gunawan
Sarwi Notoatmodjo
Ir. Musbar
Ketua Umum: Toni Junus
Ketua Panitia Pelaksana: Abdul Fatah
Bendahara: Tommy Adi Suryotomo
Wakil: Widyasurti Pamintyastuti
Sekretaris: Lia Kusumawardhani
Sie Dana: Koko Alexander
Sie Pameran: Soegeng Prasetyo (Koord)., M. Bakrin, Benny Hatmantoro,
R. Himawanto, David M., Ady Sulistyono, Warsito Supadmo.
Sie Acara: Tossy Santoso (Koord)., Untung Ariyanto, Adjie Indarwan.
Sie Seminar: Cakra Wiyata (Koord)., Rasjid Arifin, MM. Hidayat, Unggul Sudradjat.
Sie Bursa: Sukamto (Koord)., Whisnu Wardhana, Martono, Raden Prasena.
Sie Konsumsi: Anton (Koord)., Retno Wulandari, Wesi Apriliani.
Sie Publikasi: Setya Adiyaksa, Shinta Dewi, M. Risda.
Logistik: Andreas Mertikarta, M. Sujono, Sunardi.
Dokumentasi: Sri Moenafri, Handoko Kartika.
Keamanan: Sudarmadji
HADIR PADA RAPAT TANGGAL 24 Juli 2012 di RAGUNAN MARTONO
Foto bersama selesai pertemuan : R. Himawanto, Arie, Windoro, Tommy, Unggul Sudrajat, MM. Hidayat, Anton, Guntur Setyanto, Tossy Santosa, Benny Hatmantoro, Sukamto, Bambang Gunawan, Buntje Harbunangin, Toni Junus, Soegeng Prasetyo, Martono..... 7 teman kita udah pulang Haryono Haryoguritno, Musbar, Cakra Wiyata, Hengky Joyo, Sinta, Ajie, Darmadji.
PERJALANAN KERIS INDONESIA
Menurut buku ”Jawa Sejati” tulisan Prof. Rustopo disebutkan pada tahun 1960-an, komunitas pencinta keris mulai menyadari bahwa pengetahuan tentang keris harus dimasyarakatkan kepada khalayak luas. Pengetahuan tentang keris tidak boleh terkubur di lemari dan perpustakaan keraton secara ekslusif. Maka pada tahun 1959 berdirilah perkumpulan Boworoso Tosanaji yang dirintis oleh alm. Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo Maharsi Tama (putra Paku Buwana X) bersama alm. Go Tik Swan (akhir hayatnya mendapat gelar Kanjeng Panembahan).
Pada tahun 1960, Boworoso Tosanaji menyelenggarakan pameran dan seminar keris pertama di Museum Radhyapustaka di kota Surakarta, Jawa Tengah - Indonesia. Selanjutnya komunitas ini melakukan diskusi secara berpindah-pindah antara lain di Jl. Ngadijayan dan terkadang di Jl. Suryohamijayan.
Sejak tahun 1972, kegiatan seminar dan diskusi dipusatkan di kantor Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT) tepatnya di Sasono Mulyo keraton Kasunanan Surakarta.
Tahun 1975, Go Tik Swan bersama teman-teman komunitas keris se Jawa Tengah antara lain KRT. Gunandar Sumodipuro, R. Ng. Atmotjurigo, R. Yudosutrisno, R. Yudo Prawiro, R. Sukatno, Slamet, Suparman, Hadi Kasman, Fauzan mendapat fasilitas peralatan dan ruang kerja di area PKJT untuk mulai membuat keris. Kegiatan di Sasono Mulyo itu ternyata semakin menarik perhatian generasi muda. Mulailah bergabung Suprapto Suryodarmo, Drs. Murtijono, dr. Tunjung Suharso Sulaksono, dr. Herman Sukarman, Sujarwo, Joko Prasetyo, Joko Subagyo, Agus Susanto dan Hasan. Mereka kemudian mendirikan Paguyuban Paniti Kadgo dengan memusatkan perhatian pada penelitian dan praktik membuat keris.
Selanjutnya Paguyuban Paniti Kadgo menjadi acuan dari setiap kegiatan melestarikan keris yang kemudian mendapat tempat di kampus Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), Sasono Mulyo, Keraton Surakarta.
Seorang keturunan empu Supo Winangun, trah empu Supo – Majapahit, di Jogyakarta, bernama Djeno Harumbrodjo (alm) dengan dorongan Dietrich Dressert dari Jerman menekuni kembali profesi pande besi dengan membuat keris. Djeno Harumbrodjo bersama Yosopangarso (alm) sempat aktif melakukan pengkajian dan praktek pembuatan keris di Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta dengan supervisor antara lain Ir. Haryono Haryoguritno. Dari pendataan majalah Pamor dijumpai bahwa keris juga dikerjakan secara otodidak oleh beberapa seniman (empu) antara lain Sumodadi (alm.) di Wlingi – Blitar, Ki Pakurodji di Magetan – Madiun, Jawa Timur.
Belakangan tercatat beberapa seniman keris (empu) seperti KRT. Pauzan Pusposukadgo; disusul kemudian Hajar Satoto, KRT. Subandi Suponingrat, R. Ng. Suyanto, Yohanes Yantono, Sukamdi, KRT. Rudi Hartonodiningrat, Misradin, Basiriansyah, Zulhan, M. Jamil, Fanani, H. Duraphi, H. Ahmad, Saleh, Musaha, Heru Susilarto yang melahirkan karya-karya keris berkualitas. Kini tersebar seniman keris antara lain di Malang, Sumenep – Madura, Denpasar – Bali yang tanpa henti mengembangkan keris baru yang dikenal dengan keris Kamardikan.
Sebutan Keris Kamardikan, diproklamasikan secara resmi oleh komunitas Panji Nusantara (Toni Junus) dalam sebuah perhelatan pameran Keris Kamardikan Award’08 dengan bekerja bersama Bentara Budaya Jakarta.
Hingga kini eksperimen pembuatan keris dengan bahan meteor juga dilakukan oleh beberapa pembuat keris, baik dari dalam negeri maupun luar negeri antara lain Dietrich Drescher, Alan Maisey dan lainnya. Di dalam negeri tercatat Hasyim Wachid (Gus Im), Sukri Bay juga Toni Junus, Ferry Febrianto (Trio DFS), Rasjid Arifin, dan banyak lagi nama lain. Beberapa nama generasi muda pun secara perlahan mulai menunjukkan karya-karyanya yang menjanjikan.
Keris Indonesia akan bangkit kembali menuju kejayaannya yang baru.
(rangkuman dan edit Buntje Harbunangin)
-----
Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo Maharsi Tama
--- |
|
| |
Category : Album
| Posted By : administrator |
|
|
|
|
|
|
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
|
|
| |