|
 |
 |
Anda memasuki pendalaman pemahaman "Keris" dan Tosan Aji untuk ikut melestarikan salah satu budaya yang spesifik di dunia ini. Berawal dari Jawa, kita menapaki kearifan lokal se Nusantara.
Kini "Keris" telah menjadi warisan dunia, oleh sebab nilai intangible yang menyertainya, antara lain: Aspek Kesejarahan, Aspek Fungsi Sosial, Aspek Tradisi, Aspek Filosofi dan Simbolisme, Aspek Mistik, Aspek Seni dan Aspek Teknologi.
Sudah saatnya sebagai ilmu budaya untuk memulai "Krisologi" yang akan terus berkembang dan perlu disajikan untuk khalayak umum sedunia. Marilah kita apresiasi kearifan lokal bangsa, sebagai warisan budaya yang tak mengalami kepunahannya.
Salam Budaya,

[Admin JavaKeris.com]
Advisory IT: Jimmy H.E.W
|
|
BAGI PECINTA/PELESTARI BUDAYA KERIS & TOSAN AJI
|
|
JavaKeris.com
terbuka bagi siapapun yang memiliki minat untuk
melestarikan budaya Keris & Tosan Aji. Jadi bagi anda yang ingin
berpartisipasi atau ingin berbagi pemikiran, kajian, opini, peristiwa,
atau mungkin sekedar ingin berbagi foto koleksi dengan rekan pengunjung
yang lain, silahkan kirim naskah atau filenya via email ke toni.junus@yahoo.com
|
|
|
|
| 20 Aug 2012 09:48:10 am |
FESTIVAL KERIS KAMARDIKAN 24 - 31 Okt 2012 |
|
|
MENGENAL KGP. HADIWIDJOJO
Selain menulis dan menggubah tari sakral Bedoyo Ketawang, KGP. Hadiwidjojo Maharsi Tama juga menulis buku berjudul “Kagungan Dalem Buku Gambar Dhapur Dhuwung Saha Waos”. Buku yang kemudian dikenal berjudul “Dhapur”. Sebuah buku yang pada jaman tersebut merupakan buku perintis dan cukup sempurna sebagai rujukan kawruh keris sampai saat ini. KGP. Hadiwidjojo juga turut memprakarsai dan menjadi Ketua Paguyuban Bawarasa Tosan Aji (BTA) di Solo tahun 1959. Bawarasa, bermakna sarasehan, perbincangan, dan diskusi yang mendalam tentang keris. Mendalam dalam arti topik perbincangan tidak hanya membatasi diri pada keindahan belaka tetapi juga kepada jaman pembuatan (tangguh), perlambang serta dayagunanya. Sarasehan pertama secara resmi diselenggarakan pada tahun 1960 di Museum Radhyapustaka. KGP. Hadiwidjojo juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan dan Kepala Museum Radhyapustaka. Sarasehan berikutnya sering diadakan di berbagai tempat antara lain di ndalem Hadiwidjojo (Ngadijayan) dan di Pusat Kesenian Jawa Tengah di lingkungan keraton Kasunanan Surakarta.
Dengan berbagai kegiatan pameran, seminar dan penelitian serta kumpul-kumpul yang secara rutin diselenggarakan, maka kemudian bukan hanya jumlah anggota Bawarasa yang bertambah tetapi topik bahasan juga semakin meluas. Diantaranya topik tentang pusat pembuatan dan penyebaran keris, teknologi pembuatan keris, posisi peran dan status keris di masyarakat. KGP. Hadiwidjojo juga sebagai pencetus Kerisologi yang perlu dan penting sebagai ilmu untuk melestarikan dan mengembangkan keris serta tosan aji lainnya.
Peserta Festival Keris Kamardikan.
Pelaksanaan pada tanggal 24 - 31 Oktober di Museum Nasional (Museum Gajah) Jl. Merdeka Barat 12 - Jakarta.
- Batas akhir penyerahan keris adalah 14 Oktober 2012, untuk segera dipajang mengingat space MUSEUM NASIONAL yang sangat luas, dan peserta yang diperkirakan melebihi batas.
- Peserta bisa mengirimkan keris Kamardikan maksimal 3 bilah/orang. Dengan disertai keterangan yang jelas antara lain filosofi (bagi keris Kamardikan Kontemporer), bahan-bahan besi, bahan meteor dan serta empu atau mranggi warangka jika memang diketahui pembuatnya. Usahakan selengkap-lengkapnya.
- Pengiriman dead-line pada tanggal 12 Oktober tanggal pos/paket, ditunggu di Jakarta selambat-lambatnya pada tanggal 14 Oktober 2012.
- Keris akan dinilai dengan kriteria umum :
a. Nilai Keindahan Umum - penilaian keselarasan keseluruhan keris (bilah, warangka, hulu maupun asesorinya)
b. Nilai Bilah Keris - penilaian pada kerisnya.
c. Nilai Perabot - penilaian pada warangka, hulu (dan asesorinya)
Peserta diharapkan memperhatikan dan menyempurnakan keris dan warangkanya.
Anugerah Hadiwidjojo akan terbagi atas 3 Hadiah Utama yaitu hadiah 30jt, 20jt, 10jt dan 10 hadiah Favorit @ 2jt.
SILAHKAN SEGERA MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENGIKUTI ACARA BERGENGSI YANG DIPROGRAMKAN OLEH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.....
Peserta Festival Keris Kamardikan tidak dipungut biaya, keris bisa diantar langsung ke Museum Nasional pada tanggal 13-14 Oktober atau dikirim via paket per 12 Oktober tanggal pos/paket/kirim ke Sekretariat Panji Nusantara - Kompl. Ruko Malaka Country Blok B10. Jl. Raya Pondok Kopi. Jakarta Timur.
PESERTA KERISMART
KerisMART atau bursa keris diadakan untuk memperkenalkan pedagang dengan pembeli, agar para pedagang dapat meluaskan pasarnya. Panitia akan mendukung Publikasi yang gencar, dari segala segmen untuk dapat mendatangkan banyak pengunjung.
Meja KerisMart berukuran 80X120cm tersedia 56 meja.
Mendapatkan konsumsi siang dan malam, serta baju Seragam Batik 4 biji.
Harga per meja Rp. 1.500.000,- Usahakan melunasi sebelum tanggal 1 Oktober karena banyaknya peminat.
Mengenai pelaksanaannya Panitia akan segera mengumumkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan bersama.
Pendaftaran bisa telp. ke mas Sukamto : HP. 0813 9928 7774
Makna Kebangkitan Kembali Kejayaan Keris Indonesia
Kebangkitan kejayaan ‘keris’ merupakan gerakan kebudayaan.
Pada dekade ini para pemerhati dan pencinta keris telah menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan yang terkandung dalam keris. Mungkin bisa dianggap sebagai suatu pemahaman humanisme dari pembacaan terhadap keris. Tokoh kebudayaan menyebutnya nilai-nilai ke-utamaan, yang dianggap sebagai basis “jati diri” kebangsaan Indonesia. Nilai humanisme itu bisa merujuk pada nilai klasik, juga bisa memasuki suatu pemahaman modern yang diekspresikan melalui keris ciptaan baru (kontemporer).
Dalam hal ‘pemahaman modern’ memang sempat terhambat oleh gaya berpikir beberapa tokoh sepuh. Tetapi itu pun karena adanya kepentingan-kepentingan untuk menanamkan sesuatu dalam sebuah karya seni keris, beberapa kegiatan yang juga dikemas merupakan kepentingan tertentu dengan judul yang wah...Keris For The World, Mahakarya, Estetika Keris... yang memang diperlukan! Juga sikap meremehkan kepada suatu perkembangan baru pernah menyeruak disuarakan justru oleh tokoh sepuh. Mungkin kita masih ingat sekitar tahun 1996, para pejuang “pembuat keris baru” seperti Hajar Satoto, dilecehkan dengan sebutan “keris-kerisan” untuk karya keris baru yang sekarang dikenal dengan sebutan Keris Kamardikan.
Semua itu adalah sebuah dinamika.
Apabila dibandingkan dengan pemahaman klasik yang lebih menekankan pada suatu aturan yang dianggap baku, pemahaman modern pada keris justru sebagai bagian dari apa yang ditangkap dari alam atau polis (negara-negara kota), sebagai penyesuaian individu-individu dengan modernitas.
Kebudayaan ibarat sungai yang berkelok mengikuti jamannya.
Jika nilai humanisme klasik yang terbaca lewat penghayatan terhadap keris, jauh lebih dikenal karena penekanannya pada filsafat dan mistik. Gagasan atau inspirasi dalam pembacaan terhadap keris yang dibuat pada masa lalu merupakan kerinduan tersendiri yang kadang kala mendorong munculnya sikap pemujaan. Individualisme yang menjadi paham ‘keharusan’ dalam suatu penilaian terhadap keris, menambah pengetahuan yang kompleks dan menjadi susah untuk dimengerti. Tetapi itu pun merupakan eksklusifitas keris.
Hal ini harus diselesaikan dengan kajian-kajian dari sisi pandang pengetahuan sosial modern. Dibutuhkan ‘moral courage’ atau keberanian moral, mengkikis stigmatis klenik melalui ‘penalaran kebudayaan’... saya juga ingin memberikan tanda-tanda itu yakni dengan menerbitkan buku saya yang berjudul “Tafsir Keris”, agar orang bisa mengetahui segala yang ada dibalik keris tanpa ada pendangkalan...
Kebangkitan kejayaan ‘keris’ yang merupakan gerakan kebudayaan, melibatkan individu-individu unik yang bebas untuk berbuat sesuatu dan menganut keyakinannya sendiri. Mengikuti Pico Della Mirandola: ”Kemuliaan manusia terletak dalam kebebasannya untuk menentukan pilihan sendiri dan dalam posisinya sebagai penguasa atas alam”.
Secara sequential.... saya memahami keris Kamardikan telah kembali kepada pemahaman substansial sebagai ungkapan-ungkapan penghayatan hubungan manusia sebagai makhluk Tuhan. Jangan heran jika pada dekade masa kini keris Kamardikan telah mulai melibatkan ritual-ritual.
Sebut saja ini sebagai “renaissance” keris Indonesia.
--- ikuti up datenya di website ini.
- |
|
| |
Category : Campursari
| Posted By : administrator |
|
|
|
|
|
|
Copyright © JavaKeris.com - All Rights Reserved
Managed by Toni Junus, Ph:085866213057
|
|
| |